Panggilan untuk Berbelas kasih

Bacaan Bilangan 35:1-8
Kota-kota orang Lewi

35:1 TUHAN berfirman kepada Musa di dataran Moab di tepi sungai Yordan di dekat Yerikho:
35:2 "Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya dari milik pusaka kepunyaannya diberikan mereka kota-kota kepada orang Lewi untuk didiami; juga haruslah kamu memberikan kepada orang Lewi tanah-tanah penggembalaan yang di sekeliling kota-kota itu.
35:3 Kota-kota itu akan menjadi kepunyaan mereka untuk didiami dan tanah-tanah penggembalaannya untuk hewan yang mereka miliki dan untuk segala ternak mereka yang lain.
35:4 Tanah-tanah penggembalaan kota-kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi itu ialah dari tembok kota ke luar seribu hasta berkeliling.
35:5 Di luar kota itu haruslah kamu mengukur dua ribu hasta di sisi timur dan dua ribu hasta di sisi selatan dan dua ribu hasta di sisi barat dan dua ribu hasta di sisi utara, sehingga kota itu berada di tengah-tengah; itulah bagi mereka tanah-tanah penggembalaan kota-kota.
35:6 Mengenai kota-kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi itu, ialah enam kota perlindungan yang harus kamu berikan, supaya orang pembunuh dapat melarikan diri ke sana; di samping itu haruslah kamu memberikan empat puluh dua kota.
35:7 Segala kota yang harus kamu berikan kepada orang Lewi itu berjumlah empat puluh delapan kota, semuanya dengan tanah-tanah penggembalaannya.
35:8 Mengenai kota-kota yang akan kamu berikan dari tanah milik orang Israel, dari suku yang banyak jumlahnya haruslah kamu ambil banyak, dan dari suku yang sedikit jumlahnya haruslah kamu ambil sedikit. Setiap suku harus memberikan dari kota-kotanya kepada orang Lewi sekadar milik pusaka yang dibagikan kepadanya."

                        ~~~~~●~~~~~

Pembukaan.

Kitab Bilangan pasal 35 menetapkan kota-kota orang Lewi dan kota-kota perlindungan. Bagaimana hukum ilahi memajukan keadilan dan belas kasihan? Teks penting ini merinci penyediaan kota-kota bagi orang Lewi dan menetapkan kota-kota perlindungan untuk melindungi mereka yang dituduh melakukan pembunuhan. Pasal ini membahas tema-tema keadilan, pengampunan, dan kesucian hidup manusia. Bilangan 35 mengungkapkan keseimbangan ilahi antara keadilan dan belas kasihan. 

Pendalaman Bilangan 35:1-8.

Allah menyediakan ruang dan makanan bagi mereka yang mengabdikan diri pada pekerjaan-Nya. Melalui bagian ini, kita akan mempelajari kebenaran utama tentang menyeimbangkan kehidupan rohani dan komunitas, kemurahan hati di antara umat Tuhan, dan pentingnya hidup dengan tujuan. 
1. Allah memerintahkan agar kota-kota dikhususkan bagi orang Lewi, yang tidak menerima warisan tanah seperti suku-suku lainnya (Bilangan 35:1-5). Hal ini menekankan peran orang Lewi sebagai imam dan pelayan yang didedikasikan khusus untuk pelayanan ilahi (lihat juga Yosua 21:1-3 dan Ulangan 18:1-2). 
Jika Anda melayani Tuhan, baik di gereja Anda, komunitas Anda, atau melalui profesi Anda, Anda dapat percaya bahwa Allah tidak hanya melihat usaha Anda, tetapi juga menyediakan bagi Anda. Allah mengalokasikan ruang bagi mereka yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk melayani orang lain dengan niat dan perhatian. Pekerjaan Tuhan membutuhkan fondasi praktis. Saat ini, keseimbangan antara spiritual dan praktis sangat penting. Ini bukan hanya tentang menjalani kehidupan doa, tetapi juga tentang memiliki ruang yang sehat untuk bekerja, mencari nafkah, kesehatan, dan istirahat. Tuhan ingin Anda membangun hidup Anda dengan bijaksana, mencari kesejahteraan holistik. 
2. Enam kota perlindungan ditetapkan untuk melindungi mereka yang membunuh secara tidak sengaja, yang menunjukkan belas kasihan dan keadilan Allah dalam menangani pembunuhan (Bilangan 35:6-8). Kota-kota ini melambangkan kasih karunia dan perlindungan ilahi (lihat juga Ulangan 4:41-43 dan Ibrani 6:18). Saat ini, lebih dari sebelumnya, kita harus belajar mendukung mereka yang melayani, yang berdedikasi untuk mengajar, memuridkan, dan merawat orang lain secara rohani. Baik dengan sumber daya, waktu, maupun dorongan, kita semua bertanggung jawab atas tubuh Kristus yang berfungsi dengan baik. Allah tidak menuntut takaran yang sama, tetapi yang proporsional. Suku-suku dengan sumber daya yang lebih banyak harus memberi lebih banyak. Di sini kita melihat prinsip kesetaraan: kemurahan hati disesuaikan dengan kemampuan setiap orang, tetapi setiap orang harus berpartisipasi. 

Refleksi.

Orang Lewi tidak menerima tanah sebagai warisan karena warisan mereka adalah Tuhan (Bilangan 18:20). Namun, Allah menyediakan bagi mereka dengan cara-cara praktis dengan memerintahkan suku-suku lain untuk memberi mereka kota dan padang rumput. Ini mengajarkan bahwa Allah tidak meninggalkan mereka yang melayani-Nya, tetapi memperhatikan kesejahteraan fisik dan emosional mereka. Ini bukan tentang seberapa banyak yang Anda berikan, tetapi tentang watak hati Anda. Kita semua dapat berkontribusi bagi Kerajaan Allah sesuai dengan apa yang kita miliki. Jika Anda punya waktu, bagikanlah. Jika Anda punya sumber daya, bermurah hatilah. Yang penting adalah jangan tetap acuh tak acuh terhadap kebutuhan pelayanan. Allah memerintahkan pembagian ini karena Ia tahu bahwa memberi menunjukkan isi hati. Siapa pun yang bersedia berbagi apa yang mereka miliki menunjukkan bahwa mereka percaya kepada Allah sebagai sumber sejati mereka. Kemurahan hati bukan hanya tindakan eksternal, tetapi tanda internal dari kedewasaan rohani. Sikap Anda saat memberi - terhadap waktu Anda, pelayanan Anda, sumber daya Anda - mencerminkan seberapa besar Anda percaya kepada Allah. 
Tuhan merancang komunitas untuk bertanggung jawab atas para pelayannya. Ini bukan amal; itu adalah keadilan rohani. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9:7). Jangan takut untuk bermurah hati. Allah memperhatikan untuk memenuhi apa yang Anda berikan dengan iman. Terkadang tindakan memberi Anda mungkin merupakan jawaban atas doa orang lain. 

Penutup.

Bilangan 35:1-8 menunjukkan kepada kita bahwa Allah tidak melupakan mereka yang melayani-Nya. Dia mengalokasikan ruang, menetapkan prinsip-prinsip keseimbangan antara yang rohani dan yang praktis, dan mengajar umat untuk menopang pelayanan dengan kemurahan hati. Bagian ini merupakan panggilan untuk menghargai, memelihara, dan menopang tubuh rohani yang telah Allah tetapkan. Pembaca yang terkasih, hidup Anda memiliki ruang dalam rencana Allah. Baik Anda seorang Lewi maupun anggota suatu suku, Allah mengandalkan Anda. Dia memelihara Anda, memberi Anda tujuan, dan juga mengundang Anda untuk menjadi bagian dalam mendukung orang lain. Marilah kita hidup dengan iman, ya, tetapi juga dengan tanggung jawab. Kontribusi Anda - sekalipun kecil di mata Anda - dapat memberkati banyak orang. Jangan remehkan apa yang Allah dapat lakukan melalui Anda! Hari ini adalah hari yang baik untuk memeriksa apakah Anda hidup dengan keseimbangan yang Allah inginkan. Apakah Anda melayani, tetapi lupa untuk memelihara diri sendiri? Apakah Anda menikmati warisan Anda, tetapi lupa untuk mendukung mereka yang melayani? Dekati Allah, tanyakan kepada-Nya apa bagian Anda, dan lakukanlah dengan sukacita. Tidak semua dari kita dipanggil ke mimbar, tetapi kita semua dipanggil untuk berpartisipasi aktif dalam Kerajaan. Berikan ruang Anda, waktu Anda, bantuan Anda. Dengan melakukan hal itu, Anda ikut berpartisipasi dalam rencana Tuhan. 
Selamat beraktifitas, semoga Tuhan memberkati.

Rabu pekan biasa ke 30
Oktober 29'2025
Luisfunan💕

Komentar

Benih Kehidupan

Tumbuhkan Cinta kasih (Michael Kolo)

DARI KEMATIAN KE KEHIDUPAN KEKAL

KETIKA IBLIS MENGUASAI