Iman dan Tanggung jawab
Bacaan Yosua 14:1-5
Pembagian tanah Kanaan
14:1 Inilah semuanya yang diterima oleh orang Israel sebagai milik pusaka di tanah Kanaan, yang telah dibagikan kepada orang Israel oleh imam Eleazar, dan Yosua bin Nun dan para kepala kaum keluarga dari suku-suku mereka,
14:2 dengan mengundi milik pusaka itu, seperti yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa mengenai suku-suku yang sembilan setengah itu.
14:3 Sebab kepada suku-suku yang dua setengah lagi telah diberikan Musa milik pusaka di seberang sungai Yordan, tetapi kepada orang Lewi tidak diberikannya milik pusaka di tengah-tengah mereka.
14:4 Sebab bani Yusuf merupakan dua suku, Manasye dan Efraim. Maka kepada orang Lewi tidak diberikan bagiannya di negeri itu, selain dari kota-kota untuk didiami, dengan tanah penggembalaannya untuk ternak dan hewan mereka.
14:5 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat oleh orang Israel dan dibagi-bagi merekalah negeri itu.
~~~~~□~~~~~
Pembukaan.
Yosua pasal 14 menceritakan awal pembagian Kanaan barat. Bagaimana iman yang tekun diberi upah? Teks yang menginspirasi ini menceritakan klaim Kaleb atas Hebron, yang dijanjikan 45 tahun sebelumnya. Pasal ini mengeksplorasi tema-tema kesetiaan yang abadi, penggenapan janji, dan upah iman yang gigih. Yosua 14 juga menunjukkan bagaimana Tuhan menghormati orang-orang yang sepenuhnya percaya kepada-Nya.
Pendalaman Yosua 14:1-5.
Pembaca terkasih, bagian pertama dari Pasal Yosua 14 ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana Allah memenuhi janji-janji-Nya dan bagaimana kita harus menanggapinya dengan iman dan tanggung jawab. Pembagian tanah dipimpin oleh Eleazar dan Yosua, menekankan kepemimpinan rohani dan perlunya berkonsultasi dengan Tuhan dalam keputusan-keputusan penting (ayat 1-5). Hal ini menyoroti peran kepemimpinan yang taat dalam membimbing umat Tuhan (lihat juga Amsal 3:5-6 dan 1 Timotius 2:1-2).
Refleksi.
Dalam budaya alkitabiah, warisan dianggap sangat penting, baik untuk stabilitas keuangan dan sosial keluarga, dan untuk pemenuhan kehendak Tuhan di bumi. Gagasan bahwa bumi adalah anugerah dari Allah terdapat di banyak bagian dalam Alkitab, dan tanggung jawab melestarikan dan mengolahnya dianggap sebagai tugas suci. Disebutkan bahwa warisan itu dibagikan oleh Imam Eleazar, Yosua bin Nun, dan para pemimpin suku. Artinya, tanggung jawab pembagian tanah dilakukan oleh orang-orang yang dianggap suci dan dipercaya masyarakat. Pemimpin suku bertanggung jawab mengambil keputusan-keputusan penting dalam kehidupan komunitasnya, dan peran mereka dianggap sangat penting. Yosua 14:1-5 mengingatkan kita akan pentingnya warisan dalam budaya Alkitab, dan tanggung jawab yang menyertainya. Kita harus ingat bahwa apa yang telah diberikan kepada kita adalah karunia dari Tuhan, dan bahwa kita harus merawat dan memeliharanya. Lebih jauh lagi, kita harus bertanggung jawab dalam hidup kita sendiri dan dalam interaksi kita dengan orang lain.
Penutup.
Merenungkan Yosua 14:1-5, kita memahami bahwa warisan tidak terbatas pada hal-hal materi, tetapi juga menghubungkan kita dengan yang ilahi. Setiap kita telah menerima karunia khusus berupa berkat, tanggung jawab, dan warisan kita. Marilah kita dengan penuh kasih merawat apa yang telah dipercayakan kepada kita, menyadari bahwa, seperti para pemimpin zaman dahulu, kita memiliki peran penting dalam menghormati dan melestarikan kekayaan ini bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk generasi mendatang. Identifikasi berkat dan janji yang telah Tuhan tegaskan dalam hidup Anda dan bertindaklah dengan kepatuhan dan tanggung jawab. Ambil langkah nyata untuk menerima sepenuhnya apa yang telah Tuhan persiapkan, dengan percaya pada kesetiaan dan tujuan-Nya.
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati.
Rabu Pekan Prapaskah 1
Februari 25'2026
Luisfunan💕