Masih Belum Selesai

Bacaan Yosua 13:1-7
Daerah-daerah yang belum direbut

13:1 Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki.
13:2 Inilah negeri yang tertinggal: segenap wilayah orang Filistin dan seluruh negeri orang Gesur,
13:3 mulai dari sungai Sikhor di sebelah timur Mesir sampai ke daerah Ekron ke arah utara--semuanya itu terhitung tanah orang Kanaan--;ada lima raja kota orang Filistin, yakni di Gaza, di Asdod, di Askelon, di Gat dan di Ekron--;dan orang Awi
13:4 di sebelah selatan; seluruh negeri orang Kanaan dan Meara, kepunyaan orang Sidon, sampai ke Afek, sampai ke daerah orang Amori;
13:5 selanjutnya negeri orang Gebal dan seluruh gunung Libanon di sebelah matahari terbit, mulai dari Baal-Gad di kaki gunung Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat;
13:6 semua orang yang diam di pegunungan, mulai dari gunung Libanon sampai ke Misrefot-Maim; semua orang Sidon. Aku sendiri akan menghalau mereka dari depan orang Israel; hanya undikanlah dahulu negeri itu di antara orang Israel menjadi milik pusaka mereka, seperti yang Kuperintahkan kepadamu.
13:7 Oleh sebab itu, bagikanlah negeri ini kepada suku yang sembilan itu dan kepada suku Manasye yang setengah itu menjadi milik pusaka mereka."

                       ~~~~~□~~~~~

Pembukaan.

Yosua pasal 13 memulai pembagian tanah perjanjian. Bagaimana Allah memenuhi janji-Nya kepada Israel? Teks terperinci ini menggambarkan tanah-tanah yang belum ditaklukkan dan pembagian suku-suku Transyordania. Pasal ini membahas tema-tema warisan, pemenuhan janji yang sebagian, dan kebutuhan akan kepercayaan yang berkelanjutan kepada Tuhan. Yosua 13 juga menyoroti kesetiaan Tuhan bahkan di tengah tugas-tugas yang belum selesai. Mari kita pelajari bersama beberapa bagian Alkitab yang menerangi tema-tema transisi dari pasal pembagian ini.

Pendalaman Yosua 13:1-7.

Dalam Yosua 13:1-7, kita menemukan bagian yang, meskipun singkat, kaya akan makna. Tuhan mengingatkan Yosua bahwa Tanah Perjanjian belum sepenuhnya ditaklukkan dan memberinya petunjuk yang jelas mengenai apa yang masih harus dimiliki. Pesan ini mengungkapkan kesetiaan Tuhan, ketertiban-Nya, dan pentingnya menyadari bahwa masih ada "wilayah" dalam hidup kita yang perlu diklaim dalam ketaatan dan iman. 

Allah memberitahu Yosua bahwa tugasnya menaklukkan negeri itu hampir selesai, tetapi masih ada wilayah yang harus direbut (ayat 1-5). Ini menyoroti perlunya terus mempercayai Allah untuk penaklukan dan pembagian tanah perjanjian (lihat juga Bilangan 34:1-15 dan Ulangan 31:6).

Deskripsi tentang tanah yang masih perlu direbut mencakup wilayah yang dihuni oleh bangsa-bangsa yang kuat (ayat 6-7). Ini menekankan pentingnya iman dan keberanian dalam menghadapi tantangan, karena Allah menyertai mereka dalam setiap pertempuran (lihat juga Ulangan 3:21-22 dan 1 Korintus 16:13).

Refleksi.

Yosua 13:1-7 mengajarkan kita bahwa Tuhan itu setia dan janji-Nya selalu digenapi, meski masih ada wilayah yang belum ditaklukkan. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya ketaatan, kesabaran, visi dalam rencana Tuhan dan iman yang aktif untuk menerima warisan. Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk mengevaluasi kehidupan kita dan mengidentifikasi area-area yang masih perlu diklaim dalam nama-Nya. Renungkan bidang-bidang kehidupan Anda yang perlu “ditaklukkan” dan berikan kepercayaan Anda kepada Tuhan, dengan menaati Firman-Nya. Ambillah langkah iman yang konkrit, carilah arahan-Nya, dan izinkan Roh-Nya mengubah setiap wilayah kehidupan Anda yang belum sepenuhnya Anda miliki. Ingatlah bahwa sama seperti Tuhan meyakinkan Yosua tentang tanah perjanjian, dia juga mempunyai janji untuk Anda. Jangan berkecil hati dengan apa yang belum Anda taklukkan; Setiap langkah yang Anda ambil dengan iman dan ketaatan adalah kemenangan. Tuhan itu setia dan firman-Nya tidak pernah gagal! Percayalah dan maju terus: warisan Anda terjamin.

Penutup.

Tanah Perjanjian bukan hanya soal penaklukan fisik, tetapi juga soal ketaatan kepada Allah. Allah memerintahkan Yosua untuk membagi tanah menurut suku-sukunya, menunjukkan bahwa ketaatan membawa berkat dan keteraturan. Warisan yang dijanjikan Allah diperoleh dengan mengikuti petunjuk-Nya dan hidup sesuai kehendak-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, ketaatan kepada Allah diterjemahkan menjadi keputusan bijak yang konsisten dengan Firman-Nya: mengatur waktu dengan baik, memprioritaskan keluarga, jujur ​​di tempat kerja, dan membantu orang lain. Setiap tindakan ketaatan adalah langkah menuju “warisan” rohani dan materi yang ingin Allah berikan kepada kita. Hari ini, kita dapat bertanya pada diri sendiri: Area mana dalam hidup saya yang masih membutuhkan pekerjaan Tuhan? Itu bisa berupa penyembuhan emosional, memaafkan seseorang, disiplin dalam keuangan kita, atau pertumbuhan iman. Selamat berawal pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Senin pekan Prapaskah 1
Februari 23'2026
Luisfunan💕

Benih Kehidupan

Tumbuhkan Cinta kasih (Michael Kolo)

DARI KEMATIAN KE KEHIDUPAN KEKAL

KETIKA IBLIS MENGUASAI