Bersatu dalam iman yang sama (2)

Bacaan Yosua 22:9-34
Suku-suku di seberang Yordan mendirikan mezbah

22:9 Maka pulanglah bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu dan mereka pergi meninggalkan orang Israel, keluar dari Silo di tanah Kanaan untuk pergi ke tanah Gilead, tanah milik mereka yang didiami mereka sesuai dengan titah TUHAN dengan perantaraan Musa.
22:10 Ketika mereka sampai ke Gelilot pada sungai Yordan, yang di tanah Kanaan, maka bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu mendirikan mezbah di sana di tepi sungai Yordan, mezbah yang besar bangunannya.
22:11 Lalu terdengarlah oleh orang Israel itu cakap orang: "Telah didirikan mezbah oleh bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, mezbah menghadap ke tanah Kanaan, di Gelilot pada sungai Yordan, di sebelah wilayah orang Israel."
22:12 Ketika hal itu terdengar oleh orang Israel, berkumpullah segenap umat Israel di Silo, untuk maju memerangi mereka.
22:13 Kemudian orang Israel mengutus kepada bani Ruben, kepada bani Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu, ke tanah Gilead, imam Pinehas bin Eleazar,
22:14 dan bersama-sama dengan dia sepuluh pemimpin, yakni seorang pemimpin kaum keluarga sebagai wakil tiap-tiap suku Israel. Masing-masing mereka itu kepala kaum keluarganya di antara kaum-kaum orang Israel.
22:15 Setelah mereka sampai kepada bani Ruben, kepada bani Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu di tanah Gilead, berkatalah mereka kepada orang-orang itu, demikian
22:16 "Beginilah kata segenap umat TUHAN: Apa macam perbuatanmu yang tidak setia ini terhadap Allah Israel, dengan sekarang berbalik dari pada TUHAN dan mendirikan mezbah bagimu, dengan demikian memberontak terhadap TUHAN pada hari ini?
22:17 Belum cukupkah bagi kita noda yang di Peor itu, yang dari padanya kita belum mentahirkan diri sampai hari ini dan yang menyebabkan umat TUHAN kena tulah,
22:18 sehingga kamu berbalik pula sekarang ini membelakangi TUHAN? Jika kamu hari ini memberontak terhadap TUHAN, maka besok Ia akan murka kepada segenap umat Israel.
22:19 Akan tetapi, jika sekiranya tanah milikmu itu najis, marilah menyeberang ke tanah milik TUHAN, tempat kedudukan Kemah Suci TUHAN, dan menetaplah di tengah-tengah kami. Tetapi janganlah memberontak terhadap TUHAN dan janganlah memberontak terhadap kami, dengan mendirikan mezbah bagimu sendiri, selain dari mezbah TUHAN, Allah kita.
22:20 Ketika Akhan bin Zerah berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan, bukankah segenap umat Israel kena murka? Bukan orang itu saja yang mati karena dosanya."
22:21 Lalu jawab bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, katanya kepada para kepala kaum-kaum orang Israel:
22:22 "Allah segala allah, TUHAN, Allah segala allah, TUHAN, Dialah yang mengetahui, dan patutlah orang Israel mengetahuinya juga! Jika sekiranya hal ini terjadi dengan maksud memberontak atau dengan maksud berubah setia terhadap TUHAN--biarlah jangan TUHAN selamatkan kami pada hari ini.
22:23 Jika sekiranya kami mendirikan mezbah untuk berbalik dari pada TUHAN, untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian di atasnya serta korban keselamatan di atasnya, biarlah TUHAN sendiri yang menuntut balas terhadap kami.
22:24 Tetapi sesungguhnya, kami telah melakukannya karena cemas. Sebab pikir kami: Di kemudian hari anak-anak kamu mungkin berkata kepada anak-anak kami, demikian: Apakah sangkut pautmu dengan TUHAN, Allah Israel?
22:25 Bukankah TUHAN telah menentukan sungai Yordan sebagai batas antara kami dan kamu, hai orang bani Ruben dan bani Gad! Kamu tidak mempunyai bagian akan TUHAN. Demikianlah mungkin anak-anak kamu membuat anak-anak kami berhenti dari pada takut akan TUHAN.
22:26 Sebab itu kata kami: Biarlah kita mendirikan mezbah itu bagi kita! Bukanlah untuk korban bakaran dan bukanlah untuk korban sembelihan,
22:27 tetapi supaya mezbah itu menjadi saksi antara kami dan kamu, dan antara keturunan kita kemudian, bahwa kami tetap beribadah kepada TUHAN di hadapan-Nya dengan korban bakaran, korban sembelihan dan korban keselamatan kami. Jadi tidaklah mungkin anak-anak kamu di kemudian hari berkata kepada anak-anak kami: Kamu tidak mempunyai bagian pada TUHAN.
22:28 Lagi kata kami: Apabila di kemudian hari demikian dikatakan mereka kepada kita dan kepada keturunan kita, maka kita akan berkata: Tengoklah bangunan tiruan mezbah TUHAN itu, yang telah dibuat oleh nenek moyang kami. Bukan untuk korban bakaran dan bukan untuk korban sembelihan, tetapi mezbah itu menjadi saksi antara kami dan kamu.
22:29 Jauhlah dari pada kami untuk memberontak terhadap TUHAN, dan untuk berbalik dari pada TUHAN pada hari ini dengan mendirikan mezbah untuk korban bakaran, korban sajian atau korban sembelihan, mezbah yang bukan mezbah TUHAN, Allah kita, yang ada di depan Kemah Suci-Nya!"
22:30 Setelah imam Pinehas dan para pemimpin umat serta para kepala kaum-kaum orang Israel yang bersama-sama dengan dia, mendengar perkataan yang dikatakan oleh bani Ruben, bani Gad dan bani Manasye itu, maka mereka menganggap hal itu baik.
22:31 Kemudian berkatalah imam Pinehas bin Eleazar kepada bani Ruben, bani Gad dan bani Manasye: "Sekarang tahulah kami bahwa TUHAN ada di tengah-tengah kita, sebab tidaklah kamu berubah setia terhadap TUHAN. Dengan demikian kamu telah melepaskan orang Israel dari hukuman TUHAN."
22:32 Sesudah itu imam Pinehas bin Eleazar serta para pemimpin itu meninggalkan bani Ruben dan bani Gad di tanah Gilead, pulang ke Kanaan kepada orang Israel, lalu disampaikanlah berita itu kepada mereka.
22:33 Hal itu dipandang baik oleh orang Israel, sehingga orang Israel memuji Allah dan tidak lagi berkata hendak maju memerangi mereka untuk memusnahkan negeri yang didiami bani Ruben dan bani Gad itu.
22:34 Dan bani Ruben dan bani Gad menamai mezbah itu: Saksi, karena inilah saksi antara kita, bahwa TUHAN itulah Allah.

                       ~~~~~□~~~~~

Pembukaan.

Yosua 22 menceritakan kembalinya suku Transyordania. Bagaimana kesalahpahaman bisa mengancam persatuan? Teks dramatis ini menceritakan pembangunan altar oleh suku-suku timur dan konflik yang diakibatkannya. Pasal ini membahas tema-tema persatuan, komunikasi, semangat untuk kemurnian ibadah dan pentingnya mencari klarifikasi sebelum menghakimi. Yosua 22 juga menunjukkan bagaimana konflik dapat diselesaikan secara damai.

Pendalaman Yosua 22:9-34.

Pembaca terkasih, kemarin dalam bagian pertama pasal Yosua 22 (ayat 1-8), kita mengetahui; Keputusan suku Ruben, Gad dan Manasye untuk kembali ke tanah mereka setelah penaklukan adalah contoh komitmen terhadap tanggung jawab mereka. Hal ini menunjukkan bahwa menghormati komitmen kepada Tuhan dan keluarga pada saat yang sama adalah hal yang mungkin dilakukan (lihat juga Pengkhotbah 5:4-5 dan Lukas 16:10). 

Sekarang mari kita lanjutkan pasal ini. Setelah membantu saudara-saudara mereka, suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye pulang ke tanah Gilead. 
Di perjalanan, di tepi sungai Yordan, mereka membangun sebuah mezbah yang besar dan menarik perhatian. 

Pembangunan mezbah oleh suku Ruben menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan suku lain, mencerminkan pentingnya komunikasi dan kejelasan niat (ayat 10-12). Kejadian ini menunjukkan bagaimana kesalahpahaman dapat menyebabkan perpecahan (lihat juga Yakobus 1:19-20 dan Matius 5:23-24).

Pembelaan orang Ruben di altar menyingkapkan pentingnya ibadat sejati dan pencegahan penyembahan berhala (ayat 13-20). Mereka mengklaim bahwa altar adalah kesaksian kesatuan dan kesetiaan kepada Tuhan (lihat juga Kejadian 31:48-49 dan 1 Petrus 2:5).

Penyelesaian konflik antar suku secara damai menggambarkan nilai rekonsiliasi dan perdamaian (ayat 21-34). Para pemimpin Israel menyadari bahwa altar adalah simbol persatuan dan bukan pemberontakan, yang menunjukkan pentingnya mencari pemahaman dalam situasi sulit (lihat juga Roma 12:18 dan 2 Korintus 5:18-19).

Refleksi.

Persatuan Kristen bukanlah keseragaman, tetapi hidup dalam Roh, mengatasi perbedaan untuk menunjukkan kasih Yesus kepada dunia (Yohanes 17:22-23). Bersatu dalam iman yang sama, menurut Alkitab, menyiratkan harmoni rohani, kasih, dan tujuan bersama berdasarkan satu Tuhan, satu iman, dan satu baptisan (Efesus 4:3-6), mendorong kita untuk memelihara kesatuan Roh melalui ikatan damai. 1 Korintus 1:10 - menyerukan kita untuk bersatu sempurna dalam pikiran dan gagasan, tanpa perpecahan. Doa Yesus agar semua menjadi satu, mencerminkan kesatuan antara Bapa dan Anak (Yohanes 17:21-23). Kolose 3:14 - mendefinisikan kasih sebagai ikatan sempurna yang mempersatukan orang percaya. Persatuan didasarkan pada kesamaan iman di dalam Kristus, bukan berpasangan dengan orang-orang yang tidak percaya (2 Korintus 6:14). Tujuan Persatuan adalah kesaksian yang kuat bagi dunia untuk percaya dan mengenal kasih Allah. Tindakan ini melibatkan usaha, kerendahan hati, dan toleransi untuk menjaga perdamaian.

Penutup.

Yosua 22:1-34 mengisahkan kepulangan suku Ruben, Gad, dan Manasye Timur ke tanah mereka setelah membantu penaklukan Kanaan. Mereka mendirikan mezbah besar di tepi Yordan, yang disalahartikan oleh suku lain sebagai pemberontakan. Krisis dihindari melalui dialog (dipimpin Pinehas), di mana mezbah itu terbukti sebagai saksi persatuan, bukan penyembahan berhala. Yosua 22:1-34 ini menekankan pentingnya komunikasi yang baik untuk menghindari kesalahpahaman, serta menjaga persatuan umat Tuhan. Ini juga menyoroti kebutuhan untuk memastikan bahwa generasi penerus tetap setia menyembah Tuhan. 
Selamat hari minggu, selamat beribadat, Tuhan Yesus memberkati. 

Minggu Prapaskah 3
Maret 08'2026 
Luisfunan💕

Benih Kehidupan

Tumbuhkan Cinta kasih (Michael Kolo)

DARI KEMATIAN KE KEHIDUPAN KEKAL

KETIKA IBLIS MENGUASAI