Panggilan Tuhan dan Tanggung Jawab Anda

Bacaan 1 Samuel 9:1--10:16
Saul diurapi menjadi raja

9:1 Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada.
9:2 Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.
9:3 Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."
9:4 Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.
9:5 Ketika mereka sampai ke tanah Zuf, berkatalah Saul kepada bujangnya yang bersama-sama dengan dia: "Mari, kita pulang. Nanti ayahku tidak lagi memikirkan keledai-keledai itu, tetapi kuatir mengenai kita."
9:6 Tetapi orang ini berkata kepadanya: "Tunggu, di kota ini ada seorang abdi Allah, seorang yang terhormat; segala yang dikatakannya pasti terjadi. Marilah kita pergi ke sana sekarang juga, mungkin ia dapat memberitahukan kepada kita tentang perjalanan yang kita tempuh ini."
9:7 Jawab Saul kepada bujangnya itu: "Tetapi kalau kita pergi, apakah yang kita bawa kepada orang itu? Sebab roti di kantong kita telah habis, dan tidak ada pemberian untuk dibawa kepada abdi Allah itu. Apakah yang ada pada kita?"
9:8 Jawab bujang itu pula kepada Saul: "Masih ada padaku seperempat syikal perak; itu dapat aku berikan kepada abdi Allah itu, maka ia akan memberitahukan kepada kita tentang perjalanan kita."
9:9-- Dahulu di antara orang Israel, apabila seseorang pergi menanyakan petunjuk Allah, ia berkata begini: "Mari kita pergi kepada pelihat," sebab nabi yang sekarang ini disebutkan dahulu pelihat. --
9:10 Kemudian berkatalah Saul kepada bujangnya itu: "Pikiranmu itu baik. Mari kita pergi." Maka pergilah mereka ke kota, ke tempat abdi Allah itu.
9:11 Ketika mereka naik jalan pendakian ke kota itu, mereka bertemu dengan gadis-gadis yang keluar hendak menimba air. Mereka bertanya kepada gadis-gadis itu: "Pelihat ada di sini?"
9:12 Jawab gadis-gadis itu kepada mereka: "Ya, ada, baru saja ia mendahului kamu, cepat-cepatlah sekarang. Ia datang ke kota hari ini, karena ada perjamuan korban untuk orang banyak di bukit pada hari ini.
9:13 Apabila kamu masuk ke kota, kamu akan segera menjumpainya, sebelum ia naik ke bukit untuk makan. Sebab orang banyak tidak akan makan, sebelum ia datang; karena dialah yang memberkati korban, kemudian barulah para undangan makan. Pergilah sekarang, sebab kamu akan menjumpainya dengan segera."
9:14 Maka naiklah mereka ke kota, dan ketika mereka masuk kota, Samuel yang berjalan keluar untuk naik ke bukit, berpapasan dengan mereka.
9:15 Tetapi TUHAN telah menyatakan kepada Samuel, sehari sebelum kedatangan Saul, demikian:
9:16 "Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku."
9:17 Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."
9:18 Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: "Maaf, di mana rumah pelihat itu?"
9:19 Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu.
9:20 Adapun keledai-keledaimu, yang telah hilang tiga hari lamanya sampai sekarang, janganlah engkau kuatir, sebab telah diketemukan. Tetapi siapakah yang memiliki segala yang diingini orang Israel? Bukankah itu ada padamu dan pada seluruh kaum keluargamu?"
9:21 Tetapi jawab Saul: "Bukankah aku seorang suku Benyamin, suku yang terkecil di Israel? Dan bukankah kaumku yang paling hina dari segala kaum suku Benyamin? Mengapa bapa berkata demikian kepadaku?"
9:22 Sesudah itu Samuel mengajak Saul dan bujangnya, dibawanya ke pendopo dan diberikannya kepada mereka tempat utama di depan para undangan, yang banyaknya kira-kira tiga puluh orang.
9:23 Berkatalah Samuel kepada juru masak: "Berikanlah sekarang bagian yang kuberikan kepadamu tadi, dengan pesan: Simpanlah ini dahulu."
9:24 Lalu juru masak itu menghidangkan paha dan apa yang termasuk ke situ dan meletakkannya ke depan Saul. Dan Samuel berkata: "Lihat, yang tinggal ini diletakkan ke depanmu; makanlah, sebab telah disimpan bagimu untuk perayaan ini, ketika aku berkata: Aku telah mengundang orang banyak." Demikianlah pada hari itu Saul makan bersama-sama dengan Samuel.
9:25 Sesudah itu turunlah mereka dari bukit ke kota. Dan Samuel bercakap-cakap dengan Saul di atas sotoh.
9:26 Mereka bangun pagi-pagi, dan ketika fajar menyingsing, Samuel memanggil Saul yang ada di atas sotoh itu, katanya: "Bangunlah, aku akan mengantarkan engkau." Lalu Saul bangun dan mereka keduanya pergi ke luar, yakni ia dan Samuel.
9:27 Ketika mereka turun sampai ke ujung kota, berkatalah Samuel kepada Saul: "Katakanlah kepada bujang itu, supaya ia pergi mendahului kita, tetapi berhentilah engkau sebentar, maka aku akan memberitahukan kepadamu firman Allah."
10:1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri:
10:2 Apabila engkau pada hari ini pergi meninggalkan aku, maka engkau akan bertemu dengan dua orang laki-laki di dekat kubur Rahel, di daerah Benyamin, di Zelzah. Mereka akan berkata kepadamu: Keledai-keledai yang engkau cari itu telah diketemukan; dan ayahmu tidak memikirkan keledai-keledai itu lagi, tetapi ia kuatir mengenai kamu, katanya: Apakah yang akan kuperbuat untuk anakku itu?
10:3 Dari sana engkau akan berjalan terus lagi dan sampai ke pohon tarbantin Tabor, maka di sana engkau akan ditemui oleh tiga orang laki-laki yang naik menghadap Allah di Betel; seorang membawa tiga ekor anak kambing, seorang membawa tiga ketul roti dan yang lain lagi sebuyung anggur.
10:4 Mereka akan memberi salam kepadamu dan memberikan kepadamu dua ketul roti yang akan kauterima dari mereka.
10:5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota, engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi.
10:6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.
10:7 Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau.
10:8 Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan."
10:9 Sedang ia berpaling untuk pergi meninggalkan Samuel, maka Allah mengubah hatinya menjadi lain. Dan segala tanda-tanda yang tersebut itu terjadi pada hari itu juga.
10:10 Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.
10:11 Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: "Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?"
10:12 Lalu seorang dari tempat itu menjawab: "Siapakah bapa mereka?" --Itulah sebabnya menjadi peribahasa: Apa Saul juga termasuk golongan nabi?
10:13 Setelah habis ia kepenuhan seperti nabi, pulanglah ia.
10:14 Dan paman Saul berkata kepadanya dan bujangnya: "Dari mana kamu?" Jawabnya: "Mencari keledai-keledai itu, tetapi ketika tidak terlihat, maka kami pergi kepada Samuel."
10:15 Kemudian paman Saul itu berkata: "Coba ceritakan kepadaku apa yang dikatakan Samuel kepada kamu."
10:16 Kata Saul kepada pamannya itu: "Terus saja diberitahukannya kepada kami, bahwa keledai-keledai itu telah diketemukan." Tetapi perihal menjadi raja yang telah dikatakan Samuel kepadanya, tidak diceritakan kepadanya.

                         ~~~~~○~~~~~

Pembukaan.

1 Samuel pasal 9 memperkenalkan Saul, calon raja Israel. Teks yang menarik ini menggambarkan pertemuan kebetulan antara Saul dan Samuel saat mencari keledai yang hilang. Pasal ini mengeksplorasi topik-topik seperti pemeliharaan ilahi, pemilihan pemimpin, dan persiapan bagi panggilan Tuhan. 
1 Samuel 9 mengungkapkan bagaimana Tuhan bekerja di balik layar dalam sejarah. 1 Samuel pasal 10 menceritakan pengurapan Saul sebagai raja. Teks penting ini menggambarkan pengurapan rahasia oleh Samuel, tanda-tanda nubuatan, dan presentasi publik tentang Saul kepada orang banyak. Pasal ini mencakup topik-topik seperti pemanggilan ilahi, pemberdayaan oleh Roh, dan tanggung jawab kepemimpinan. 1 Samuel 10 menandai dimulainya monarki di Israel, sebuah titik balik dalam sejarah bangsa tersebut. Mari kita lihat bersama bagian bagian Alkitab yang menjelaskan masing-masing konteks di kedua pasal ini.

Pendalaman 1 Samuel 9:1--10:16.

Saul, digambarkan sebagai pria yang bertubuh besar dan berpenampilan menarik, dipilih menjadi raja Israel yang pertama (1 Sam 9:1-2). Pilihan-Nya mencerminkan preferensi manusia terhadap pemimpin yang memiliki kualitas fisik, sedangkan Tuhan melihat hati (lihat juga 1 Samuel 16:7 dan Kisah Para Rasul 13:21).

Pencarian Saul terhadap keledai yang hilang membawanya kepada Samuel, menunjukkan bagaimana Allah mengarahkan peristiwa-peristiwa biasa untuk menggenapi rencana-Nya (1 Samuel 9:3-6). Pemeliharaan ilahi terlihat dalam cara Tuhan membimbing tindakan manusia untuk mencapai tujuan-tujuan-Nya (lihat juga Amsal 16:9 dan Kejadian 50:20).

Tuhan mengungkapkan kepada Samuel bahwa Saul akan dipilih untuk memerintah Israel, menyoroti peran para nabi sebagai mediator kehendak ilahi (1 Sam 9:15-17). Peristiwa ini menunjukkan kedaulatan Allah dalam memilih pemimpin bagi umat-Nya (lihat juga Hosea 13:11 dan Ulangan 17:14-15).

Samuel meyakinkan Saul bahwa keledai telah ditemukan, dan kemudian mengungkapkan kepada Saul bahwa dia dipilih oleh Tuhan untuk memimpin Israel (1 Sam 9:18-20). Ini adalah awal dari wahyu ilahi mengenai nasib Saul (lihat juga Yeremia 1:5 dan Roma 8:28-30).

Samuel berbicara dengan Saul secara pribadi, menjelaskan pentingnya misi barunya (1 Sam 9:25-27). Pertemuan intim ini menunjukkan awal perubahan Saul dari manusia biasa menjadi raja Israel yang diurapi (lihat juga 1 Samuel 10:1 dan 
1 Samuel 16:13).

Samuel mengurapi Saul sebagai raja pertama Israel, menggunakan minyak untuk melambangkan pengudusan ilahi 
(1 Samuel 10:1). Pengurapan dengan minyak melambangkan panggilan dan pemberdayaan Tuhan melalui Roh Kudus untuk memimpin umat (lihat juga Keluaran 30:30 dan Kisah Para Rasul 10:38).

Samuel bernubuat bahwa Roh Tuhan akan turun ke atas Saul, mengubahnya menjadi manusia baru (1 Samuel 10:6-7). Pengalaman ini melambangkan kuasa transformasi Roh Kudus dalam mempersiapkan seseorang untuk melayani Tuhan (lihat juga Yehezkiel 36:26-27 dan 2 Korintus 5:17).

Hati Saul diubahkan oleh Tuhan, dan dia mulai bernubuat (1 Samuel 10:9-10). Perubahan ini menegaskan panggilan ilahi Saul untuk memimpin Israel, menunjukkan bahwa Allah memberdayakan mereka yang dipilih-Nya (lihat juga 1 Samuel 16:13 dan 2 Korintus 3:5-6).

Releksi.

1 Samuel 9 mengungkapkan bahwa Allah membimbing sejarah melalui peristiwa sehari-hari, pencarian yang tulus, persiapan yang tak terlihat, kerendahan hati yang sejati, dan wahyu pribadi. Tidak ada yang terjadi di luar pengetahuan-Nya. Bahkan ketika orang-orang tidak memahami jalan-Nya, Dia sudah bekerja. Kisah Saul dalam 1 Samuel 10 mengingatkan kita bahwa Allah memanggil, mengubah, meneguhkan, dan memelihara orang-orang yang Dia pilih. Kedua pasal ini mengajak kita untuk percaya pada pemeliharaan ilahi, yang mengubah hal-hal biasa menjadi panggung untuk tujuan kekal. Tujuan Allah akan selalu menghadapi tantangan, tetapi kesetiaan kepada-Nya adalah kunci untuk tetap teguh. Jika Anda merasa tidak yakin tentang masa depan Anda hari ini, ingatlah bahwa Allah sudah ada di hadapan Anda, mempersiapkan jalan. 

Kisah Anda tidak hilang atau terhenti. Bahkan momen-momen sederhana pun dapat menjadi gerbang menuju sesuatu yang lebih besar. Percayalah: Dia terus membimbing dengan kasih yang sabar dan sempurna. Bertekadlah untuk menjalani hari-hari Anda dengan kepekaan spiritual yang lebih besar. Berdoalah sebelum setiap keputusan penting, carilah saat-saat hening, dan tetap setia dalam hal-hal kecil. Izinkan Allah mengubah rutinitas harian Anda menjadi jalan yang bermakna. Bimbingan-Nya tersedia bagi mereka yang berjalan dengan hati yang rela. Allah belum selesai dengan Anda. Bahkan jika Anda merasa biasa saja, tidak aman, atau dipertanyakan oleh orang lain, panggilan-Nya tetap ada. Dia dapat mengubah hati Anda, membuka jalan yang tak terduga, dan menggunakan hidup Anda untuk memberkati banyak orang. Jangan fokus pada keterbatasan Anda; fokuslah pada kebesaran Allah yang telah memilih Anda dan Anda bertanggung jawab. Setiap langkah ketaatan membawa hidup Anda lebih dekat kepada tujuan kekal yang telah Dia rancang khusus untuk Anda. 

Penutup.

Awal yang terlihat dari pemerintahan yang telah diminta Israel. Namun, kisah ini tidak dimulai dengan mahkota atau pasukan, melainkan dengan pencarian beberapa keledai yang hilang. Detail ini mengungkapkan prinsip spiritual yang mendalam: Tuhan sering bekerja dalam hal-hal biasa untuk mencapai tujuan yang luar biasa. Sementara Saul berjalan tanpa memahami tujuan perjalanannya, Tuhan telah berbicara kepada Samuel. Kisah ini menunjukkan kedaulatan ilahi yang diam-diam membimbing setiap langkah manusia. Pengurapan dan pengukuhan Saul sebagai raja pertama lsrael, mengungkapkan bagaimana Tuhan memanggil, mengubah, dan menetapkan seseorang untuk memenuhi tujuan-Nya, bahkan di tengah kelemahan manusia dan harapan yang keliru dari rakyat. 
Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus memberkati.

Selasa Pekan Biasa Xlll
Juni 30'2026
Luisfunan💕

Benih Kehidupan

Tumbuhkan Cinta kasih (Michael Kolo)

DARI KEMATIAN KE KEHIDUPAN KEKAL

KETIKA IBLIS MENGUASAI