Prinsip Kesetiaan dan Konsekuensi dosa
Bacaan 1 Raja-raja 11:14-43
Lawan-lawan Salomo
11:14 Kemudian TUHAN membangkitkan seorang lawan Salomo, yakni Hadad, orang Edom; ia dari keturunan raja Edom.
11:15 Sesudah Daud memukul kalah orang Edom, maka panglima Yoab pergi menguburkan orang-orang yang mati terbunuh, lalu menewaskan semua laki-laki di Edom;
11:16 enam bulan lamanya Yoab diam di sana dengan seluruh Israel, sampai dilenyapkannya semua laki-laki di Edom.
11:17 Tetapi Hadad melarikan diri bersama-sama dengan beberapa orang Edom dari pegawai-pegawai ayahnya, dan mengungsi ke Mesir; adapun Hadad itu masih sangat muda.
11:18 Mereka berangkat dari Midian, lalu sampai ke Paran; mereka membawa beberapa orang dari Paran, lalu mereka sampai ke Mesir kepada Firaun, raja Mesir. Ia ini memberikan rumah kepada Hadad, menentukan belanjanya dan menyerahkan sebidang tanah kepadanya.
11:19 Hadad demikian disayangi Firaun, sehingga diberikannya kepadanya seorang isteri, yakni adik isterinya sendiri, adik permaisuri Tahpenes.
11:20 Lalu adik Tahpenes itu melahirkan baginya seorang anak laki-laki, Genubat namanya, dan Tahpenes menyapih dia di istana Firaun, sehingga Genubat ada di istana Firaun di tengah-tengah anak-anak Firaun sendiri.
11:21 Ketika didengar Hadad di Mesir, bahwa Daud telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya dan bahwa panglima Yoab sudah mati juga, maka berkatalah Hadad kepada Firaun: "Biarkanlah aku pergi ke negeriku."
11:22 Lalu bertanyalah Firaun kepadanya: "Tetapi kekurangan apakah engkau padaku ini, maka engkau tiba-tiba berniat pergi ke negerimu?" Jawabnya: "Aku tidak kekurangan apapun, namun demikian, biarkanlah juga aku pergi."
11:23 Allah membangkitkan pula seorang lawan Salomo, yakni Rezon bin Elyada, yang telah melarikan diri dari tuannya, yakni Hadadezer, raja Zoba.
11:24 Ia mengumpulkan orang-orang, lalu menjadi kepala gerombolan. Ketika Daud hendak membunuh mereka, maka pergilah mereka ke Damsyik; mereka diam di sana dan di situlah mereka mengangkat Rezon menjadi raja.
11:25 Dialah yang menjadi lawan Israel sepanjang umur Salomo; ia mendatangkan malapetaka sama seperti Hadad. Ia muak akan orang Israel dan menjadi raja atas Aram.
11:26 Juga Yerobeam bin Nebat, seorang Efraim dari Zereda, seorang pegawai Salomo, nama ibunya Zerua, seorang janda, memberontak terhadap raja.
11:27 Inilah alasannya, mengapa ia memberontak terhadap raja: Salomo mendirikan Milo, dan ia menutup tembusan tembok kota Daud, ayahnya.
11:28 Yerobeam adalah seorang tangkas; ketika Salomo melihat, bahwa orang muda itu seorang yang rajin bekerja, maka ditempatkannyalah dia mengawasi semua pekerja wajib dari keturunan Yusuf.
11:29 Pada waktu itu, ketika Yerobeam keluar dari Yerusalem, nabi Ahia, orang Silo itu, mendatangi dia di jalan dengan berselubungkan kain baru. Dan hanya mereka berdua ada di padang.
11:30 Ahia memegang kain baru yang di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan;
11:31 dan ia berkata kepada Yerobeam: "Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku.
11:32 Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih itu dari segala suku Israel.
11:33 Sebabnya ialah karena ia telah meninggalkan Aku dan sujud menyembah kepada Asytoret, dewi orang Sidon, kepada Kamos, allah orang Moab dan kepada Milkom, allah bani Amon, dan ia tidak hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dengan melakukan apa yang benar di mata-Ku dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, seperti Daud, ayahnya.
11:34 Bukan dari tangannya akan Kuambil seluruh kerajaan itu; Aku akan membiarkan dia tetap menjadi raja seumur hidupnya, oleh karena hamba-Ku Daud yang telah Kupilih dan yang tetap mengikuti segala perintah dan ketetapan-Ku.
11:35 Tetapi dari tangan anaknyalah Aku akan mengambil kerajaan itu dan akan memberikannya kepadamu, yakni sepuluh suku.
11:36 Dan kepada anaknya akan Kuberikan satu suku, supaya hamba-Ku Daud selalu mempunyai keturunan di hadapan-Ku di Yerusalem, kota yang Kupilih bagi-Ku supaya nama-Ku tinggal di sana.
11:37 Maka engkau ini akan Kuambil, supaya engkau memerintah atas segala yang dikehendaki hatimu dan menjadi raja atas Israel.
11:38 Dan jika engkau mendengarkan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan apa yang benar di mata-Ku dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku seperti yang telah dilakukan oleh hamba-Ku Daud, maka Aku akan menyertai engkau dan Aku akan membangunkan bagimu suatu keluarga yang teguh seperti yang Kubangunkan bagi Daud, dan Aku akan memberikan orang Israel kepadamu.
11:39 Dan untuk itu Aku akan merendahkan keturunan Daud, tetapi bukan untuk selamanya."
11:40 Lalu Salomo berikhtiar membunuh Yerobeam, tetapi Yerobeam bangkit dan melarikan diri ke Mesir, kepada Sisak, raja Mesir, dan di Mesirlah ia tinggal sampai Salomo mati.
Salomo mati
11:41 Selebihnya dari riwayat Salomo dan segala yang dilakukannya dan hikmatnya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab riwayat Salomo?
11:42 Lamanya Salomo memerintah di Yerusalem atas seluruh Israel ialah empat puluh tahun.
11:43 Kemudian Salomo mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud, ayahnya. Maka Rehabeam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
~~~~~○~~~~~
Pembukaan.
1 Raja-raja pasal 11 menandai kemunduran Salomo. Bagaimana ketidaktaatan memengaruhi kerajaan? Teks penting ini menceritakan tentang Salomo yang berpaling dari Tuhan karena banyaknya istri asing dan penyembahannya terhadap dewa-dewa pagan. Pasal ini menceritakan tentang munculnya musuh dan nubuat tentang perpecahan kerajaan. 1 Raja-raja 11 berfungsi sebagai peringatan tentang bahaya ketidaksetiaan rohani. Melanjutkan dam menutup pasal ini yang sudah kita baca sebagian kemarin, mari kita telaah bersama bagian bagian Alkitab yang menjelaskan prinsip-prinsip kesetiaan dan konsekuensi dosa yang terdapat dalam pasal peringatan ini.
Pendalaman 1 Raja-raja 11:14-43.
Allah membangkitkan musuh-musuh melawan Salomo, termasuk Hadad orang Edom (ayat 14-22). Perlawanan yang semakin besar ini mencerminkan penghukuman ilahi atas raja yang menyimpang dari ketaatan. Akibat dosa Salomo mulai terwujud dalam bentuk musuh-musuh eksternal (lihat juga
2 Samuel 8:13-14 dan Mazmur 106:41).
Yerobeam, hamba Salomo, dipilih oleh Allah untuk memerintah sepuluh suku Israel (ayat 26-40). Nabi Ahia melambangkan perpecahan ini dengan merobek jubahnya menjadi dua belas bagian. Peristiwa ini menandai awal perpecahan politik dan spiritual Israel (lihat juga 1 Raja-raja 12:20 dan Hosea 13:11).
Refleksi.
Allah membangkitkan seorang musuh melawan Salomo. Kisah Salomo dan Hadad mengungkapkan kebenaran yang mendalam: terkadang, musuh yang kita hadapi bukanlah sekadar rintangan, melainkan pelajaran yang terselubung. Ketika kita menghadapi tantangan yang mendorong kita keluar dari zona nyaman, mudah untuk menyerah pada frustrasi atau ketakutan. Namun, momen-momen ini justru bisa menjadi saat yang kita butuhkan untuk mengevaluasi kembali prioritas kita dan kembali pada esensi dari apa yang benar-benar penting. Hidup penuh dengan liku-liku tak terduga yang, meskipun sulit, dapat menjadi kompas yang menuntun kita menuju pertumbuhan spiritual yang sejati, mengingatkan kita bahwa bahkan dalam kesulitan, tangan Tuhan hadir, menuntun kita menuju terang.
Dengan merobek jubah, Ahia tidak hanya menyinggung perpecahan kerajaan, tetapi juga mengingatkan kita betapa berharganya untuk tetap bersatu dalam iman dan komitmen kita kepada Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menghadapi momen-momen menantang yang dapat menguji kesetiaan kita; bagian ini mengajak kita untuk berani dan menyatakan kebenaran, selalu mengingat bahwa setiap keputusan penting dalam membangun komunitas yang kuat dan setia.
Penutup.
Allah, dalam kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas, dapat menggunakan musuh-musuh dalam hidup kita untuk membimbing kita menuju ketaatan yang lebih besar dan pertumbuhan rohani. Hadad orang Edom bukan hanya mewakili konflik tetapi juga kesempatan bagi Salomo untuk merenungkan jalan hidupnya. Seberapa sering dalam hidup kita, ketika kita menghadapi kesulitan, kita gagal menyadari bahwa justru saat-saat sulit inilah yang mendekatkan kita kepada Allah? Semoga kita tidak pernah lupa bahwa bahkan dalam perjuangan, kita menemukan tujuan ilahi yang menopang kita dan sama seperti Ahia yang teguh dalam panggilannya, kita diingatkan akan pentingnya menjadi pembawa persatuan dan kebenaran, merangkul keberanian untuk berbicara ketika diperlukan, sehingga membangun warisan yang melampaui kehidupan kita sendiri.
Selamat berakhir pekan,
Tuhan Yesus memberkati.
Sabtu Pekan Biasa XXIX
Oktober 24'2026
Luisfunan💕